Artikel

Hasil Ijtima Ulama IV : Pulangkan HRS

Jakarta, (Ngompol) – Ijtima Ulama dan Tokoh ke-IV yang digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8), melahirkan empat poin pertimbangan dan delapan poin rekomendasi. Satu di antaranya mengajak umat Islam untuk sama-sama mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Dengan begitu, pertimbangannya meminta seluruh ulama dan umat untuk memperjuangkan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Mekkah, Arab Saudi ke Indonesia. Kemudian, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menghentikan agenda pembubaran organisasi masyarakat (ormas) Islam.

“Menghentikan agenda pembubaran ormas Islam, serta stop kriminalisasi ulama maupun persekusi dan serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan, dipenjara pasca aksi 212 tahun 2016,” ucap Yusuf Martak.

Rizeq Shihab diketahui saat ini berada di Arab Saudi sejak April 2017. Saat ini, ia belum pulang ke Indonesia, meski izin tinggalnya telah habis pada 20 Juli 2018. Ia disebut harus membayar denda ke pemerintah Arab Saudi setara Rp110 juta bila ingin keluar dari sana.

Lebih lanjut, Yusuf meminta kepada pemerintah Indonesia untuk membebaskan semua ulama dan aktivis 212. “Beserta simpatisan yang ditahan, dipenjara pasca aksi 212 tahun 2016 hingga kini dari segala tuntutan,” tutur dia.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk membentuk tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi Pemilu 2019 yang terkait kematian lebih dari 500 petugas pemilu tanpa autopsi.

Lalu pada lebih dari 11.000 petugas pemilu yang jatuh sakit serta ratusan rakyat yang terluka, ditangkap, dan disiksa “Bahkan 10 orang dibunuh secara keji dan empat diantaranya adalah anak-anak,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top