Artikel

Gerindra Rancang Konsep Energi dan Pangan Untuk Jokowi

Jakarta, (Ngompol) – Prabowo Subianto dikabarkan tengah melakukan perundingan dengan internalnya guna membahas apakah akan melepas jaket oposisi yang dikenakannya selama 10 tahun itu.

Partai Gerindra pun kini tengah merancang konsep ketahanan dan kemandirian pangan serta energi untuk ditawarkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, konsep-konsep itu kini tengah diramu oleh Dewan Pakar Gerindra. Dia mengatakan, konsep tersebut nantinya bakal dipaparkan terlebih dulu kepada petinggi Gerindra.

“Sebelum diajukan akan dipresentasikan terlebih dahulu kepada Dewan Pembina Partai Gerindra,” kata Dasco kepada wartawan, Minggu, (21/7).

Pengajuan konsep mandiri dan ketahanan pangan serta energi ini sebelumnya dibahas dalam pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan anggota Dewan Pembina Gerindra pada Jumat pekan lalu. Dalam forum tersebut, Prabowo awalnya menjelaskan soal pertemuannya dengan Jokowi di Moda Raya Terpadu (MRT) pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Prabowo juga membicarakan kemungkinan Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi. Namun menurut Dasco, merapatnya Gerindra ke koalisi pemerintah juga tak langsung dengan bagi-bagi kursi. Dia berujar, yang pertama dilakukan ialah tukar menukar konsep.

“Kalau konsep kami diterima artinya baru ketahuan berapa jumlah orang untuk menjalankan konsep tersebut. Kalau itu semua diakomodir artinya di dalam. Kalaupun di luar ya di luar dengan kritik membangun,” kata Dasco.

Dasco mengimbuhkan, dalam forum itu dewan pembina memahami langkah Prabowo bertemu dengan Jokowi. Mereka kemudian meminta agar Ketua Umum Partai Gerindra itu mendiskusikan langkah politik apa pun yang akan diambil ke depannya.

Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, belum ada pembahasan di internal partai terkait kursi pimpinan di legislatif, yaitu DPR RI dan MPR RI. Menurut Dasco, pembicaraan kursi pimpinan di legislatif tidak terlalu mendesak dan masih bisa dibicarakan nanti karena waktunya masih lama.

“Kemungkinan akan dibicarakan ketika mendekati bulan Oktober, namun terserah Pak Prabowo yang akan menentukan,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top