Artikel

Polemik Soal Portal Penghalang Habib Riziq

Jakarta, (Ngompol) – Kepulangan Habib Rizieq kerap mewarnai pemberitaan nasional. Pasalnya wacana ini dilontarkan oleh kubu pengusung calon prsiden Prabowo-Sandi ketika berbicara soal rekonsiliasi. Kepulangan Rizieq disebutkan sebagai salah satu syarat agar tercipta rekonsiliasi.

Namun syarat ini ditolak oleh sejumlah orang, salah satunya Moeldoko yang bahkan ingin memberikan ongkos untuk Rizieq pulang. Baginya, karena kepergiannya bukan urusan negara maka negara tak perlu mengeluarkan biaya untuk menjemputnya pulang.

“Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan gitu. Ya pulang sendiri saja, nggak beli tiket, baru gua beliin,” kata Moeldoko.

Namun respon yang diberikan Moeldoko itu disambut kembali oleh mantan Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya kepulangan Rizieq tak semudah itu, ada ‘portal’ yang menghalanginya sehingga sulit untuk pulang ke tanah air.

“Itu portal di tangan pemerintah, Habib itu nggak bisa keluar dari Arab Saudi, tentu itu ada…. Kita nggak tahu apa komunikasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi, itulah yang kita harapkan dibuka pemerintah Indonesia sehingga Habib bisa kembali ke sini, bisa kembali dengan umat berdakwah,” ujar dia.

Pernyataan Dahnil soal ‘portal’ penghalang lalu dijelaskan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Agus menjelaskan ada dua hal yang menjadi penghalang Rizieq untuk kembali ke Indonesia. Selain overstay, Maftuh mengatakan persoalan lain yang membuat seseorang di Saudi tidak bisa kembali ke negaranya ialah bila yang bersangkutan punya persoalan hukum, baik perdata maupun pidana.

Sementara itu Wakil Presiden pun angkat bicara terkait hal ini. Bagi Jusuf Kalla, pemerintah tidak pernah menghalangi Habib Rizieq untuk pulang. Dia mengatakan pemerintah tidak pernah melarang hak warga negara Indonesia untuk pulang ke negaranya.

“Pemerintah tidak berhak melarang warga negara ke tanah air. Mana ada hak pemerintah melarang hak warga negara ke Tanah Air. Nggak ada, nggak boleh. selama anda punya paspor Indonesia, Anda mau keluar dan pulang berhak saja selama Anda tidak dicekal,” ujar JK.

Meski demikian, JK mengatakan terkait masalah hukum yang menjerat Habib Rizieq merupakan masalah yang berbeda dengan persoalan kepulangan. Dia menilai polisi tetap arif menyikapi kasus Habib Rizieq.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top