Artikel

Gerindra: Pembuatan Kasasi Tanpa Sepengetahuan Prabowo-Sandi

Jakarta, (Ngompol) – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ternyata mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilpres 2019.

Kasasi diajukan setelah MA sebelumnya tidak menerima permohonan tersebut dalam putusan pada akhir Juni 2019. Adanya kasasi ini tentu mengejutkan karena MK sudah memutus menolak seluruh permohonan Prabowo-Sandi.

Permohonan kasasi itu diketahui pertama kali dari rilis yang dibuat oleh kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra. Setelah dicek di website MA, benar kasasi itu teregister dengan Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019.

Menurut Yusril, kasasi dibuat setelah MA sebelumnya menyatakan gugatan Prabowo-Sandi tidak diterima karena Badan Pemenangan Nasional (BPN) sebagai pemohon tidak punya legal standing. Nah, kini kasasi dilayangkan langsung Prabowo-Sandi yang punya legal standing.

Prabowo-Sandi memberi kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates untuk menangani perkara ini di MA. Yusril menilai, para kuasa hukum Prabowo-Sandi salah melangkah dalam menangani perkara ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menangani perkara hukum Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut permohonan kasasi itu dibuat tanpa sepengetahuan Prabowo-Sandi.

“Tadi saya sudah konfirmasi Pak Sandi, dia enggak tahu menahu dan tidak meminta izin,” ucap Dasco saat dikonfirmasi kumparan.

Dasco menjelaskan, gugatan itu sebenarnya diajukan sebelum ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun akhirnya MA menolak permohonan itu.

“Rupanya (permohonan) disempurnakan pakai kuasa yang lama tanpa memberi tahu pasangan calon (Prabowo-Sandi),” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top