Artikel

Koalisi 01 Akan Berlanjut di Pilkada 2020

Jakarta, (Ngompol) – Selepas gelaran Pemilu Serentak 2019, tiap parpol diprediksi akan membuat manuver mengejutkan demi menyongsong Pilkada Serentak 2020 dan Pilpres 2024. Koalisi 01 disebut-sebut akan terus berlanjut di ajang kontestasi politik tersebut.

Wakil ketua DPD Golkar Jawa Barat MQ Iswara menyatakan, tim koalisi partai pengusung Jokowi-Amin bakal berlanjut di Jawa Barat hingga masa jabatan presiden berakhir. Ia mengatakan, setelah bertugas dalam pemenangan presiden, sembilan partai yang tergabung ini bakal kawal kinerja presiden Jokowi di periode kedua.

“Janji kampanye Jokowi kemarin kami akan bantu wujud lewat eksekutif dan legislatif di tingkat daerah,” sebut Iswara, di Hotel Grand Asrelia, Kota Bandung, Kamis (4/7).

Selain itu, janji kampanye yang belum usai di periode pertama masa jabatan Jokowi juga akan menjadi pekerjaan partai koalisi di Jawa Barat kedepan. “Ada berbagai pekerjaan rumah yang belum usai juga, misalnya dari segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi dari segi daya beli masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Iswara mengungkapkan, bentuk konkrit dari partai koalisi ini adalah dengan mendorong kepala daerah terutama gubernur, bupati, dan walikota untuk mendorong melaksanakan percepatan pembangunan nasional.

“Jika ada kepala daerah yang tidak sama koalisinya, maka kita akan mendorong di legislatif. Kalau di DPRD provinsi juga masih ada hambatan, maka kita akan langsung ke kementerian,” terangnya.

Dengan demikian, kata Iswara, pihaknya akan berusaha terus dengan berbagai upaya untuk menjaga dan mengamankan program presiden. “Kita akan berusaha agar di periode kedua ini pekerjaan Jokowi usai,” ujarnya.

Disisi lain, pihaknya juga akan membentuk koalisi untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di delapan kota/kabupaten yang melaksanakan pilkada.

“Dalam kesempatan yang sama ini kami sepakati bahwa koalisi di Pilkada serentak 2020 sama dengan koalisi Presiden saat ini,” tandasnya.

Namun dengan kubu sebelah yang sudah dinyatakan bubar itu masih tetap diinginkan bersama untuk menggarap pilkada kedepannya. PAN mengatakan ada kemungkinan koalisi parpol 02 kembali bekerja sama untuk Pilkada Serentak 2020.

Eddy juga menuturkan PAN harus menimbang keputusan yang diambil untuk memutuskan berada di jalur oposisi atau bergabung ke koalisi Jokowi. Keputusan final, kata Eddy, harus berdampak pada elektoral pada 2024.

“Kita juga tidak terbatas hanya bicara bekerja sama di parlemen, tetapi juga agenda besar politik ke depan, yaitu ada Pilkada Serentak 270. Pilkada di mana kita sudah bekerja sama dengan baik dalam baik. Saya kira itu modal yang baik untuk kita menjalin kerja sama dalam pilkada, apalagi di berbagai pilkada yang akan diperhelatkan tahun 2020. Ada pilkada di basis-basis tempat Prabowo dan Sandi unggul cukup telak,” kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top