Artikel

Tuntutan Baru BPN, Prabowo Menang 52%

Jakarta, (Ngompol) – Tim kuasa hukum paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mengajukan permohonan gugatan hasil pilpres, kali ini berkas yang diajukan adalah revisi. Dalam petitum (poin tuntutan pemohon yang diajukan ke hakim) yang baru, mereka menginginkan Prabowo-Sandi dimenangkan.

“Menyatakan perolehan suara yang benar adalah sebagai berikut, Ir. H. Joko Widodo- Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin H, suara 63.573.169 atau 48 persen, Prabowo Subianto – H. Sandiaga Salahuddin Uno, suara 68.650.239 atau 52 persen,” demikian bunyi petitum, Selasa (11/6).

Hal ini juga dipertegas kembali pada poin selanjutnya, yaitu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, H. Prabowodan H. Sandiaga Salahuddin Uno sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019-2024.

Selain itu, dalam revisinya, kubu Prabowo-Sandi juga meminta agar seluruh komisioner KPU diberhentikan dan diganti dengan jajaran baru. Petitum baru juga meminta agar Sistem Informasi Penghitungan (situng) KPU diaudit ulang.

Dengan poin yang diajukan seperti ini, pihak dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf berharap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak penambahan dalil dan materi permohonan sengketa Penghitungan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno.

“TKN ingin menyampaikan sikap agar MK menolak seluruh perbaikan yang diajukan oleh paslon 02 selaku pemohon melalui kuasa hukumnya,” ujar Arsul di Posko Cemara, Jakarta.

Arsul menyampaikan Jokowi-Ma’ruf selaku pihak terkait dalam sengketa PHPU ini akan segera membuat permohonan secara formal kepada MK untuk menolak revisi dari Prabowo-Sandi. Lebih lanjut Arsul meminta MK mengeluarkan putusan sela untuk memutuskan apakah materi permohonan sengketa PHPU Presiden dan Wapres yang diajukan patut disidangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top