Artikel

PPP : Gaya Komunikasi Demokrat Aneh

Jakarta, (Ngompol) – Partai Demokrat menyarankan agar koalisi partai politik di kubu Jokowi maupun Prabowo dibubarkan, dengan alasan untuk menciptakan kestabilan politik. Sekjen PPP Arsul Sani menilai aneh dengan sikap Demokrat tersebut. Ada pesan ganjil yang coba ingin disampaikan.

“Dengan usulannya itu, PD (Partai Demokrat) mengirim pesan ganjil kepada partai-partai KIK. Di satu sisi, ada keinginan untuk masuk ke KIK tapi malah minta KIK-nya juga dibubarkan. Ini tentu menimbulkan tanda tanya bagi kami di KIK,” kata Arsul, Senin (10/6).

Dia menyinggung posisi Demokrat yang masih di luar koalisi. Dan kemungkinan jika masuk ke dalam, juga akan berkomunikasi dengan aneh.

“PD masih di luar saja kemauannya aneh-aneh, tidak berusaha menciptakan common understanding terhadap kami yang sudah di dalam. Lah, jangan-jangan nanti kalau di dalam juga aneh komunikasi publiknya dengan sesama anggota KIK,” ungkap Arsul.

Karena itu, menurutnya, sebaiknya Partai Demokrat menata gaya komunikasi publiknya.

“Kalau memang terbersit keinginan masuk KIK untuk mengawal pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Kecuali memang PD sebenarnya tidak, maunya jadi penyeimbang saja ke depan seperti posisinya sekarang,” pungkasnya.

Jika mengarah ke gaya komunikasi, sebelumnya komunikasi yang dilancarkan oleh Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean sedang jadi perhatian. Pasalnya ia mengancam akan membongkar percakapan SBY dengan Prabowo yang dinilainya akan membuat geger publik.

Akibat komunikasi ini, Demokrat bahkan dipersilahkan keluar dari koalisi oleh BPN. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, Andre Rosiade yang geram menyarankan, bila dia ataupun Partai Demokrat ingin keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur maka dipersilakan. Namun jangan membuat keruh suasana.

“Jadi saya saran, kalau mau keluar jangan cari pembenaran, silakan saja, selamat jalan semoga mendapat yang diinginkan di kubu sebelah,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top