Artikel

Masa Sidang Sengketa Pilpres, Medsos Diblokir Lagi

Jakarta, (Ngompol) – Beberapa waktu lalu masyarakat diresahkan oleh langkah pemerintah soal pemblokiran media sosial. Kini isu pemblokiran medsos kembali muncul yang diperkirakan akan dilakukan pada 14-28 Juni. Jika sebelumnya pemerintah membatasi penggunaan jejaring sosial karena kerusuhan 21-22 Mei lalu, kali ini beralasan dengan masa sidang sengketa pilpres.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara yang mengaku akan memantau eskalasi lalu lintas dunia maya. Jika meningkat seperti saat rusuh 22 Mei, maka ada kemungkinan medsos akan dibatasi.

Menanggapi hal ini, Pemerhati politik M Rizal Fadillah mengkritik keras pembatasan medsos tersebut. Dia menilai pemblokiran medsos dapat merugikan banyak pihak, bukan saja yang berkaitan atau berkepentingan dengan persidangan MK

“Dunia bisnis pun bisa berteriak sebagaimana saat peristiwa 21 hingga 22 Mei yang lalu. Jual beli online saja rugi Rp 681 miliar. Belum pelaku bisnis lain,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (10/6).

Rizal menilai efektivitas pemblokiran akses internet perlu evaluasi, apakah manfaat yang ditimbulkan signifikan dan seberapa bahaya ancaman negara yang datang.

“Bila masalah konten hoax yang jadi masalah, justru nantinya Pemerintah yang lebih dominan dicitrakan sebagai penyebar hoax. Informasi yang difokuskan pada media TV tidak dipercaya. Beberapa lelucon justru menggambarkan penghancuran TV karena jengkel. Berita selalu satu versi, versi pemerintah,” terangnya

Menurutnya, masyarakat juga sudah mampu membedakan informasi yang beredar di media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, maupun Twitter.

Terkait langkah ini, Rudiantara mengaku akan memantau eskalasi lalu lintas dunia maya. Jika meningkat seperti saat rusuh 22 Mei, maka ada kemungkinan medsos akan dibatasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top