Artikel

Koalisi Adil Makmur Angkat Bicara soal Demokrat Minta Bubarkan Koalisi

Jakarta, (Ngompol) – Masih menunggu hasil gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konsitusi, Partai Demokrat menilai koalisi sudah tidak lagi dibutuhkan. Oleh sebab itu koalisi dibubarkan saja, dengan pernyataan ini maka sejumlah partai mulai bersuara, terlebih di koalisi Adil Makmur.

Sebagai sama-sama mengusung Prabowo-Sandi, Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengaku curiga permintaan pembubaran koalisi itu baik dari kubu Koalisi Indonesia Kerja (KIK) maupun Koalisi Adil Makmur hanya untuk kepentingan Partai Demokrat semata.

“Bisa saja, dengan tidak adanya lagi koalisi maka Partai Demokrat bisa dengan leluasa tanpa ada yang kritik dan yang mempermasalahkan jika keluar masuk ke eks-eks koalisi 02 dan 01,” kata Sodik, Senin (10/6).

Politikus Partai Gerindra ini pun mengaku khawatir dengan desakan yang diluncurkan oleh para elite Partai Demokrat terkait pembubaran koalisi ini. Koalisi sendiri menurut pemahaman Sodik adalah bagian dari kehidupan bangsa yang berdemokrasi dan berkonstitusi.

Keberadaan koalisi menurut dia tidak selalu merupakan cerminan adanya permusuhan atau perpecahan dalam kehidupan berbangsa. Jadi, kata dia, tak ada alasan pasti kenapa koalisi yang terbentuk saat pilpres ini harus dibubarkan.

Selanjutnya PAN juga mulai bersuara, bagi mereka partai Demokrat sudah tidak sejalan lagi. Malah Demokrat juga dianggap sejauh ini tidak berpangaruh lagi pada internal koalisi. “Harus diakui Demokrat saat ini tidak sejalan dengan koalisi Prabowo-Sandi. Dan sejauh ini tidak berpengaruh pada internal koalisi,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Drajad Wibowo, sabtu (8/6).

Dradjad mengatakan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersama para ulama dan habaib, masih tetap konsisten berjuang bersama Prabowo-Sandi serta para pendukungnya. Kalau pun ada manuver politik yang dilakukan kader PAN seolah-olah partainya pindah koalisi, itu merupakan sikap pribadi.

Memang selain dianggap koalisi dudah tidak adaperanan lagi, Demokrat juga mengklaim pembubabaran koali adalah salah satu cara redam tensi politik di kalangan masyarakat. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera tak sepakat dengan usul Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik soal pembubaran koalisi parpol pendukungan pasangan capres-cawapres. Mardani menilai, usul pembubaran koalisi parpol untuk mengurangi tensi politik di tengah masyarakat sebagai langkah yang kurang bijak.

“Usulan pembubaran untuk menurunkan tensi politik kurang bijak,” ujar Mardani melalui pesan singkat, Minggu (9/6).

Terkait tingginya tensi politik pascapilpres, Mardani justru menilai hal itu terjadi karena kurangnya kualitas kepemimpinan. Sebab kapasitas dan kualitas kepemimpinan menentukan kualitas demokrasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top