Artikel

Demokrat Merapat Koalisi Indonesia Kerja Dapat Jatah Menteri?

Jakarta, (Ngompol) – Hubungan Partai Demokrat dengan calon presiden nomor 01 makin mendekat, spekulasi bergabungnya partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono dengan 01 pun kian santer. Malah PDIP semakin membuka diri untuk Partai Demokrat bergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode kedua.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan, kerja sama antara PDIP dengan Partai Demokrat bukan hal baru. Dia mengaku, di banyak pilkada di daerah, PDIP dan Demokrat kerap kali berkoalisi untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung bersama.

“Selama ini PDIP telah bekerja sama dengan Partai Demokrat. Banyak teman saja yang tidak tahu di pemilu gubernur, walikota dan bupati kita sudah banyak bekerja sama dengan Partai Demokrat dalam mengusung paslon. Jadi kerjasama dengan Demokrat sebenarnya bukan hal baru,” kata Basarah usai menghadiri halal bihalal di PA GMNI, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6).

Meski begitu, lanjut Basarah, soal keputusan apakah Demokrat bakal bergabung atau tidak itu ada pada Presiden Joko Widodo sebagai capres terpilih.

“Mengenai keputusan koalisi secara kultural dan politik kita tentu secara partai nasionalis ingin bergabung dan bekerja sama dengan semua kekuatan bangsa Indonesia. Apalagi partai politik yang memiliki kekuatan di parlemen,” ujar Basarah.

Namun jika bergabung apakah Demokrat akan mendapatkan jata menteri di kabinet nantinya? Sebagai partai politik yang mengusung Jokowi-Ma’ruf NasDem, mengaku tak masalah jika Demokrat ingin bergabung. Bahkan, Ketua DPP NasDem Irma Chaniago menilai partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut sudah bisa menunjukkan kualitas nasionalisme.

Irma mengaku tak masalah jika Demokrat nantinya akan mendapat jatah kursi menteri di kabinet. Baginya, yang terpenting adalah membangun pemerintahan ke depan dengan stabil dan solid.

“Saya kira tidak masalah (dapat kursi menteri). Karena sejak awal presiden menyatakan Indonesia akan lebih baik jika dibangun bersama. Ada yang di pemerintahan dengan program kerja, ada yang tetap di oposisi sebagai kontrol sistem yang efektif terhadap semua program kerja pemerintah,” jelasnya.

Senada dengan NasDem, Golkar juga tidak keberatan dengan kemungkinan Demokrat merapat ke kubunya. Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Melchias Markus Mekeng, menilai masuknya Demokrat justru bisa mengurangi kegaduhan politik.

Meski tak masalah jika Demokrat mendapat kusri menteri dari Jokowi, namun Mekeng meminta partai besutan SBY itu untuk lebih tahu diri. Sebab, selama Pilpres 2019, Demokrat tidak ikut berkampanye untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top