Artikel

BPN Tetap Minta KPU Hentikan Situng

Jakarta, (Ngompol) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah menyerahkan kesimpulan terkait dugaan pelanggaran administrasi sistem penghitungan suara (Situng) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Bawaslu RI, kemarin (13/5).

Jubir hukum BPN Prabowo-Sandi, Sahroni mengatakan, ada tiga poin yang ditulis dalam dokumen kesimpulan yang diserahkan ke Bawaslu. Salah satunya meminta Bawaslu tetap menghentikan Situng dan meminta KPU bertanggung jawab atas lemabaga quick count.

“Dengan demikian terkait dengan kesaksian dan dalil-dalil yang kami sampaikan (dalam sidang), ada baiknya Situng KPU ini dihentikan, oleh karena nggak bisa menyajikan data secara akurat, informatif yang dapat dipercaya, serta menghindari terjadinya kekisruhan, keonaran dan kesalahpahaman di masyarakat umum dan luas. Oleh karena itu, kami minta dihentikan dan dicabut,” ujar Sahroni (13/5).

Ia juga meminta agar lembaga quick count dapat mempertanggungjawabkan data yang disampaikan kepada publik. Sebab menurutnya, data sementara yang disajikan oleh lembaga-lembaga tersebut di sejumlah media juga dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Oleh karena itu, terkait quick count, wajib memberikan pertanggungjawaban jelas terkait apa-apa yang sudah disajikan masyarakat, sehingga pertanggungjawaban ke depan dapat dijadikan kepercayaan,” katanya.

Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar memperkirakan sidang putusan perkara tersebut bisa diumumkan pada Minggu ini. Ia mengatakan Bawaslu tidak akan melakukan sidang pada 22 Mei.

“Mudah-mudahan minggu ini sudah ada putusan dan ada yang dapat kami sampaikan,” ujarnya di gedung Bawaslu RI, Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top