Artikel

BPN Laporkan Kecurangan Pemilu ke Bawaslu

Jakarta, (Ngompol) – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sekretaris BPN Ahmas Hanafi Rais mendatangi kantor Bawaslu RI. Kedatangannya bertujuan melaporkan dugaan kecurangan administrasi pemilu yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

Hanafi dengan ditemani ketua BPN Prabowo-Sandi Joko Santoso dan Direktur hukum dan advokasi BPN Sufmi Dasco. “Kami melaporkan berbagai macam kecurangan ke Bawaslu terkait pilpres 2019 kemarin dan ini adalah laporan pertama kami terkait dengan dugaan pelanggaran yang sifatnya terstruktur, sistematis dan masif (TSM),” kata Hanafi.

Putra Amien Rais ini mengatakan, pihaknya menemukan ada keterlibatan ASN di 23 provinsi selama pemilu berlangsung, bahkan menurutnya, keterlibatan itu dikendarai oleh salah satu menteri Jokowi.

“Pelanggaran TSM yang dilakukan oleh, baik terutama kepala daerah maupun ASN itu ditemukan ada di 23 provinsi dari 34 provinsi. Itu artinya berarti lebih dari 50%, sehingga tentu kami ingin Bawaslu untuk bertindak secara objektif jujur dan adil. Bahkan ada indikasi sangat kuat untuk malah meminta tidak netral dari salah satu menteri. termasuk juga berbagai macam kepala daerah yang selama ini memang belum diproses,” ungkap Hanafi.

Sementara itu Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengatakan, kepada wartawan, bahwa kedatangannya ke Bawaslu untuk menyampaikan titipan dari relawan dan masyarakat pendukung Prabowo-Sandi di daerah-daerah.

“Kita ngumpulin ada laporan-laporan dari daerah ya kita teruskan lah. Itu aja,” katanya kepada wartawan di lokasi, Jumat (10/5).

Mantan Panglima TNI ini enggan menjelaskan apa saja dugaan pelanggaran yang dilaporkan mereka. Yang pasti, kata dia, laporan kali ini berbeda sebelumnya, yang dilayangkan para pendukung 02.

“Berbeda lagi ya. Banyak itu, ya kita pelan-pelanlah ya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top