Survei CRC, Jokowi Tetap Unggul

Jakarta, (Ngompol) – Lagi-lagi hasil survei elektabilitas mencatatkan selisih 20 persen dimana Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandi. Rilis ini berasal dari Celebes Research Center (CRC) yang mensurvei elektabilitas pasangan pilpres 2019.

Dalam catatan itu, Jokowi – Maruf Amin unggul dengan perolehan 56,1 persen, dan pasangan 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno 31,7 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen. Jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya, terjadi penurunan 0,1 persen elektabilitas Jokowi – Maruf Amin, dibanding hasil survei September 2018 lalu. Sementara, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno naik 0,4 persen, dari 31,3 persen ke 31,7 persen.

Dengan selisih yang cukup jauh ini, lagi-lagi keraguan kubu Prabowo-Sandiaga tumbuh atas hasil survei tersebut. Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin menganggap hasil itu terlalu jauh dengan hasil survei lain dan tim internalnya.

“Bagi kami agak meragukan hasilnya, karena berbeda hasilnya terlalu jauh dengan sejumlah lembaga survei lain dan juga hasil survei internal kami,” tukasnya, Minggu (10/2).

Suhud mengatakan, berdasarkan survei internalnya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga terus meningkat, bahkan selisih dengan Jokowi-Ma’ruf juga semakin tipis.

“Di survei lembaga lain dan survei internal kami, tren elektabilitas Pak Jokowi cenderung turun, dan elektabilitas Prabowo-Sandi bergerak naik dengan selisih yang tersisa hanya satu digit,” katanya.

Politikus PKS itu menilai tak ada faktor yang mendorong kenaikan elektabilitas Jokowi. Mengingat, sejumlah kebijakan kerap blunder dan tidak konsisten.

Namun berbeda dengan kubu Jokowi-Ma’ruf, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf enggan berpuas diri.

“Tentu hasil ini tak membuat kami puas. Kami akan terus memacu meningkatkan elektabilitas kami agar mencapai target yang kami inginkan, yaitu 70%,” papar juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Minggu (10/2).

Politikus Golkar itu mengatakan pihaknya masih harus bekerja keras untuk terus meningkatkan elektabilitasnya. Terutama untuk menggaet suara dari pemilih yang belum memutuskan.

“Masih banyaknya tersisa undicided voters dan menghadapi empat kali debat ke depan membuat kami harus bekerja lebih keras agar suara yang belum menentukan pilihan bisa memilih pasangan kami,” jelasnya.

Post Author: redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *