Jelang Pelantikan, Khofifah Bertemu Gus Ipul dan Risma

Jakarta, (Ngompol) – Sebentar lagi Jawa Timur resmi memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Dua hari lagi lebih tepatnya, Rabu (13/2) Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak akan mengisi kursi yang selama ini diduduki Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Sebelum dilantik, Gubernur terpilih Jawa Timur terpilih Khofifah mendapat tamu istimewa. Tamu tersebut adalah Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Gus Ipul datang ke kediaman Khofifah sekitar pukul 22.30 WIB.

Kedatangannya langsung disambut oleh Khofifah di pagar halaman rumahnya. Dua tokoh Jatim itu bertemu dengan penuh keakraban dan guyub di rumah Khofifah Jalan Jemursari, Surabaya.

“Malam ini sowan ke Bu Khofifah untuk menyampaikan undangan ‘Pramuka Bersholawat’ tanggal 12 Februari, malam,” kata Gus Ipul, Minggu (11/2).

Selain itu, lanjut Gus Ipul, kedatangannya malam-malam ini mengiringi pelantikan Khofifah yang dijadwalkan pada tanggal 13 Februari.

“Ini sekaligus mengiringi pelantikan Khofifah bersalawat mudah-mudahan Jawa Timur selamat, Indonesia selamat,” ucap Gus Ipul.

Khofifah-Emil akan mengutamakan kebersamaan dan keselarasan. Karena itu, bakal terus dilakukan silaturahmi dengan banyak pihak. Misalnya, yang terjadi kemarin sore di Rumah Makan Ria Galeria, Surabaya.

Bertemu Risma
Untuk kali pertama setelah pilgub Jatim, Khofifah duduk semeja dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pertemuan tersebut mencairkan kabar keretakan hubungan keduanya yang sempat terdengar saat masa pilgub lalu. Maklum, kala itu Risma mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang menjadi pesaing Khofifah-Emil.

Risma mengawalinya dengan menanyakan aktivitas Khofifah beberapa hari terakhir. “Saya baru selesai acara di Malang,” ungkap Khofifah.

Obrolan terus berlanjut seputar aktivitas Khofifah sebelum pelantikan. Salah satunya kampanye di beberapa kota. Risma yang lebih banyak berbicara menceritakan kondisi kesehatannya yang belum pulih sempurna. Selain itu, waktunya lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di Pemkot Surabaya.

Banyak hal yang disampaikan Risma sore itu. Dia menceritakan kondisi remaja di Surabaya yang mengalami degradasi moral. Banyak yang terjerumus pada perilaku negatif. Mulai bolos sekolah hingga mengonsumsi narkoba. “Saya menemui mereka sendiri,” ujarnya.

Khofifah tidak banyak komentar saat mendengar keluhan Risma. Dia menyatakan, posisinya hanya menampung informasi tentang persoalan di Surabaya. Namun, dia menegaskan, pertemuan tersebut sangat positif. “Ada informasi yang saya terima tentang Surabaya,” kata Khofifah.

Post Author: redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *