Dahnil Anzar Diperiksa Soal Dana Kemah

Jakarta, (Ngompol) – Dahnil Anzar Simanjuntak kembali diperiksa polisi dalam kasus dugaan penyimpangan dana Apel dan Kemah Pemuda Kemenpora 2017.

Menurut pengakuannya, Dahnil tak gentar menghadapi pemeriksaan polisi. Pernyataan itu disampaikan Dahnil sesaat sebelum diperiksa penyidik di gedung Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/2). Ini merupakan pemeriksaan Dahnil yang kedua dalam kasus dana kemah.

“Polisi lagi menguji daya tahan saya aja, lagi lucu-lucuan,” ucap Dahnil.

Dahnil juga sempat mengoreksi berita acara (BAP) dalam pemeriksaan sebelumnya.

“Tapi di sini tadi ditegaskan Mas Dahnil mengoreksi BAP sebelumnya yang ditulis di situ seolah-olah Mas Dahnil melakukan otorisasi terhadap penggunaan scan tanda tangan di LPJ kegiatan kemah,” kata pengacara Dahnil, Nurcholis Hidayat.

Dalam kesempatan yang sama, pengacara Dahnil lainnya, Denny Indrayana, menduga pemeriksaan kiennya terkait dengan aktivitas Dahnil yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah. Bagi Denny, cara-cara tersebut sangat keliru dan lebih mengarah ke kriminalisasi.

“Bahwa framing pengembalian (uang dana apel dan kemah) itu ada indikasi pidana itu adalah cara-cara keliru, salah, dan ada kriminalisasi,” kata kuasa hukum Dahnil, Denny.

Selanjutnta menurut Dahnil sendiri, polisi sedang menguji daya tahan dirinya. Polisi, sambung dia, tengah melakukan tugas tambahan. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut istilah tugas tambahan yang dimaksud.

“Polisi sedang menguji daya tahan saya aja, sedang melaksanakan tugas tambahan,” ungkapnya.

Mengenai kasus tersebut, polisi berkali-kali menegaskan profesionalismenya. Polisi juga siap untuk membuka data fiktif LPJ dana kemah itu di persidangan.

Pada prinsipnya, polisi tidak mempermasalahkan kegiatan apel dan kemah pemuda tersebut. Namun, polisi mengingatkan bahwa setiap uang dari negara harus dipertanggungjawabkan secara jelas.

“Kegiatan itu menggunakan uang negara. Itu uang rakyat yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Artinya segala kegiatan yang menggunakan uang rakyat dipertanggungjawabkan sesuai aturan. Kalau ada penyimpangan, satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan. Harus sesuai dengan aturan manajemen keuangan. Kan ada aturannya di situ bagaimana mempertanggungjawabkan suatu kegiatan yang menggunakan uang negara atau rakyat,” tutur Argo.

Post Author: redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *