Kubu Prabowo : Jokowi Pakai Konsultan Amerika

Jakarta, (Ngompol) – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengungkap dugaan keterkaitan konsultan politik Amerika Serikat Stanley Greenberg dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Andre mengaku menerima informasi ihwal keterkaitan keduanya, tetapi dia mengklaim tak sedang menuduh Jokowi.

“Kami ingin bertanya kepada Pak Jokowi, ingin mengklarifikasi apakah itu benar,” kata Andre kepada Tempo, Rabu, (6/2).

Andre mengatakan, polemik konsultan asing menjadi menarik lantaran Jokowi melontarkan ucapan soal propaganda Rusia. Isu konsultan Rusia ini juga mencuat setelah beredar video Prabowo bersalaman dengan seorang pejabat dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia sebelum acara pidato kebangsaan, 14 Januari lalu.

Andre mengaku informasi ihwal Stanley Greenberg dan Jokowi ini didapat dari website www.political-strategist.com. Salah satu kontributor di lembaga konsultasi politik The Political Strategist itu ialah Stanley Bernard Greenberg. Greenberg dijelaskan sebagai seorang konsultan politik, peneliti, dan penulis buku. Kliennya merentang dari politikus, partai politik, korporasi, dan organisasi akar rumput.

Stanley Greenberg juga merupakan pendiri dan CEO dari Greenberg Quinlan Rosner Research. Perusahaan riset dan konsultasi yang berbasis di Washington DC ini ditengarai berafiliasi dengan Partai Demokrat.

Greenberg juga disebut telah menghasilkan penelitian yang membantu menyukseskan manuver kandidat atau korporasi, terutama menyangkut isu perubahan iklim, transformasi peran gender, milenial, dan reformasi politik.

Website itu juga membeberkan sejumlah nama politikus yang pernah menjadi klien Greenberg. Di antaranya Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Senator Amerika Serikat John Kerry,Kanselir Jerman Gerhard Shroder, dan Joko Widodo. Dia juga disebut pernah bekerja untuk Microsoft, Boeing, Monsanto, dan sebagainya.

“Kami tidak ingin menuduh Pak Jokowi, kami tidak ingin melakukan fitnah. Kami menunggu klarifikasi. Kalau memang pernah dulu, kenapa harus risih” pungkas Andre.

Post Author: redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *