Kontestan Pilpres Tebar Janji saat Dapatkan Keluhan

Jakarta, (Ngompol) – Safari politik terus berlanjut bagi kubu petahana dan penantang. Untuk cawapres nomor urut 02 melakukan kunjungan ke lokasi usaha industri rumahan, sementara itu capres nomor urut 01 menerima kunjungan dari petani tebu. Sama sama mendapatkan keluhan dari pelaku bisnis, keduanya pun menebar janji sesuai sektor yang dihadapinya saat itu.

Sesuai yang dihadapinya, Presiden Jokowi ketika menerima 800-an petani tebu yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera serta Sulawesi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2). Jokowi berjanji akan menaikan harga biaya pokok produksi gula dalam waktu dekat.

Awalnya, para petani mengungkapkan sederet persoalan yang dihadapi. Salah satunya BPP gula yang dinilai terlalu rendah, yakni sebesar Rp 9.700 per kilogram. Para petani meminta pemerintah menaikkan harga menjadi Rp Rp 10.500 per kilogram.

Usai mencatat selurut keluh kesah para petani itu, Presiden berjanji untuk menindaklanjutinya satu per satu, termasuk soal permohonan peningkatan harga.

Sementara itu, Sandiaga Uno mengunjungi Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di sana, Sandi berkunjung ke rumah Dauli, yang merupakan pemilik usaha industri rumahan shuttlecock atau kok Jangkar Mas.

Usaha rumahan milik Dauli ini melibatkan 50 kepala keluarga untuk memproduksi 1.500.000 kok setiap bulan. Kepada Sandi, Dauli mengeluhkan bahan baku pembuatan kok yang masih bergantung pada impor.

Dauli mengungkapkan, bahan baku seperti spons dan bulu masih didatangkan dari Taiwan. Sehingga ketika kurs dolar naik, maka harga bahan baku otomatis akan naik juga.

Mendengar hal itu, Sandi berjanji akan lebih memperhatikan ekonomi rakyat seperti industri rumahan yang dirintis oleh Dauli. Ia berjanji jika terpilih nanti akan memperbanyak bahan baku lokal, sehingga dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.

“Ini yang akan menjadi fokus ekonomi Prabowo-Sandi, menggerakkan ekonomi rakyat. Apa yang dilakukan Pak Dauli ini patut diapresiasi, menghidupi masyarakat sekitarnya. Kita akan tingkatkan lagi produksinya, bahan baku lokalnya hingga lebih banyak lagi keluarga yang terlibat, sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja,” pungkas Sandi.

Post Author: redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *